Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tank. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juni 2011

Pindad-FNSS Jajaki Kerja Sama Produksi Tank


FNSS pernah menampilkan rancangan tank ringan dengan basis ACV dan turret BMP3 (photo : Army Recognition) 

Indonesia-Turki Jajaki Kerja Sama Produksi Tank

TEMPO Interaktif, Jakarta - Indonesia dan Turki tengah menjajaki kerja sama pembuatan tank kelas ringan(light tank). Kerja sama itu masih dijajaki di tingkat perusahaan atau produsen (business to business), sebelum meningkat pada kerja sama dua pemerintahan (G to G). Saat ini penjajakan dilakukan oleh PT Pindad dengan FNSS Defence Systems Co., produsen alat pertahanan dari Turki.

Tank ringan yang akan diproduksi bersama ini memiliki bobot sekitar 13-14 ton dan akan dilengkapi meriam kaliber 90-105 milimeter. "Tank jenis ini untuk memenuhi kebutuhan pasukan kavaleri TNI Angkatan Darat," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Susilo, kepada Tempo di kantornya, akhir pekan lalu.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kesepakatan kerja sama Pemerintah RI dan Turki saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke negara itu, Juni tahun lalu. Kesepakatan tersebut lebih dimatangkan lagi saat Presiden Turki Abdullah Gul melakukan kunjungan balasan ke Jakarta, April 2011 lalu. "Kerja sama industri pertahanan dengan Turki saat ini sudah makin mengerucut," ujar Susilo.

Produsen dari Turki, FNSS, bahkan sudah mengirimkan prototipe tank ringan itu untuk dijajal oleh TNI AD dan PT Pindad. "Tapi, tank yang akan dibuat nanti spesifikasinya akan diajukan oleh TNI AD," kata dia."Mereka (Pindad dan FNSS) sudah menandatangani MoU (kesepakatan kerja sama)," kata dia.

Kerja sama industri pertahanan dengan Turki ini dilakukan karena negara tersebut bisa memahami kepentingan Indonesia. Seperti diketahui, saat ini pemerintah tengah menggalakkan pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Karena itu, kerja sama industri pertahanan dengan luar negeri diprioritaskan pada negara-negara yang bisa memberikan transfer teknologi dan bersedia melakukan kerja sama produksi (joint production).

"Kalau transfer teknologinya besar dan mereka mau joint production, ini yang kami utamakan," kata Susilo. "Jadi, kami mendapatkan banyak benefit(keuntungan), tidak hanya membeli."

Tank ringan yang akan diproduksi bersama antara Indonesia dan Turki ini bakal memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang cukup besar. "Paling tidak bodinya kami (Indonesia) yang buat," kata dia.Instalasi, perakitan, dan desain juga menjadi porsi Indonesia.

Sementara engine (mesin) serta rantai tank akan dibuat oleh produsen Turki. "Untuk rantai tank, Indonesia masih belum bisa buat sendiri," ujarnya. Demikian juga mesin. Menurut Susilo, masih belum efisien jika Indonesia membuat mesin tank sendiri. "Kalau engine, masih lebih murah membeli daripada harus membangun pabrik mesin di sini."

Rabu, 16 Maret 2011

Pindad Garap Tank Tempur Ringan 2014


K-21 buatan Doosan DST Korea (photo : Doosanl)
BANDUNG: PT Pindad akan mengembangkan kendaraan tempur tank ringan mulai 2014, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat.
Dirut Pindad Adik Avianto Soedarsono mengemukakan rencana tersebut merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan panser dan tank TNI AD yang saat ini 90% diisi oleh produk asing.

Dia mengemukakan tank ringan itu akan merujuk pada model produk mancanegara saat ini, seperti produk K-21 buatan Doosan DST Korea Selatan dan Turki.

Tank ringan memiliki bobot antara 15 ton - 25 ton dengan dua jenis penggerak kendaraan berupa ban atau rantai. Namun, ada pula tank ringan lainnya yang memiliki bobot 25 ton lebih.

Adik mengatakan harga tank ringan berpenggerak ban sekitar Rp40 miliar, sedangkan yang berpenggerak rantai sekitar Rp50 miliar.

“Kami sedang membahas rencana ini dengan pemerintah, TNI AD, dan pihak-pihak lainnya. Mudah-mudahan rencana pengembangan ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya hari ini.

Adik belum merinci kebutuhan TNI AD akan tank ringan. Menurut dia, pihaknya baru melangkah ke proses persiapan dan studi.

Dia mengemukakan proses persiapan termasuk studi dan pengembangan akan memakan waktu lama. Jika pemerintah sudah menyatakan berkomitmen, katanya, Pindad segera melakukan serangkaian kerja sama business to business dengan industri pertahanan di luar negeri.

Dia optimistis Pindad mampu mengerjakan proyek pengembangan tank ringan tersebut dengan dukungan penuh pemerintah dalam rangka optimalisasi industri kesenjataan strategis, seperti panser dan tank.
Tracked Combat Vehicle kerjasama Pindad dan FNSS (photo : ARC)
Menurut dia, kemampuan perusahaan telah teruji dalam pengadaan Panser Anoa 6x6 yang dipesan Kementerian Pertahanan beberapa waktu lalu.

Dia menuturkan kekuatan TNI AD yang didasarkan pada kekuatan pokok minimum memang memadai dari sisi kuantitas. Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alat pertahanan TNI AD tersebut sangat tidak memadai dari sisi kualitas. "Kondisinya sangat memprihatikan karena anggaran terbatas," ujarnya.

Adik mengatakan salah satu penyebabnya adalah minimnya sokongan anggaran bagi industri pertahanan. Pada kesempatan yang sama, dia mengatakan Pindad segera mengerjakan Panser Anoa Tarantula yang teknologinya diserap dari Doosan DST. Panser ini akan dipersenjatai kanon 90 mm buatan Belgia.

Dia mengemukakan kontrak kerja sama pengadaan kendaraan tempur tersebut sudah dilakukan pada 2009 sebanyak 22 unit. Sebanyak 11 unit built-up akan segera tiba dari Doosan DST, sedangkan sisanya 11 unit dikerjakan oleh Pindad.Pin(er)

Jumat, 25 Februari 2011

Pussenkav Ujicoba AMX-13 Upgrade


Prototipe tank ringan AMX-13 TNI-AD hasil retrofit yang sedang diuji coba (all photos : Pussenkav)
Sejalan dengan kebijakan untuk pemenuhan Satuan Kavaleri yang akan dibentuk dan Rematerialisasi pada Satuan kavaleri yang telah ada maka Kavaleri TNI-AD akan memperoleh 243 tank baru dan tank hasil upgrade dalam kurun waktu 2010-2014.
Adapun tank baru yang akan diakuisi terdiri dari 65 unit tank tempur utama (main battle tank), 53 tank tempur medium, dan 60 panser kanon medium. Penjajakan masih dilakukan pada tank tempur utama dan medium, sedangkan untuk panser kanon telah dilakukan kerjasama dengan Korea Selatan dengan basis kendaraan 6x6 Blackfox.


Adapun tank yang akan dilakukan upgrade atau retrofitting adalah tank ringan AMX-13 sebanyak 65 unit. TNI Angkatan Darat saat ini mengoperasikan tank ringan AMX-13 dalam jumlah yang cukup banyak berkisar 200-300 unit dengan kanon 75 dan 105mm.


Website resmi Pussenkav baru-baru ini merilis mengenai ujicoba tank AMX-13 hasil retrofitting. Tampak dalam gambar prototipe tank upgrade tersebut mempunyai kanon baru dan peralatan bidik baru. Apabila prototipe ini telah memenuhi persyaratan TNI AD maka retrofit terhadap 65 tank ringan AMX-13 dapat segera dilakukan

Jumat, 18 Februari 2011

Modernization of Singapore's Leo 2A4


Clearly seen differences in armor between Leopard 2SG and Leopard 2A4 standard model (photo : Altair)

Modernization ended 66 Leopard 2A4 tanks Singaporean army. They were given extra armor AMAP German's IBD Deisenroth Engineering (IBD) and ST Kinetics.
Singapore bought 96 Leopards from the stocks of the Bundeswehr in 2007. A year later, began their delivery, 66 cars earmarked for operational use, 30 has become a warehouse of spare parts. This is the strongest army tanks, which previously had only mild AMX-13 and, possibly, a redesigned Centurion Mk3 and Mk7 tanks. The latter have never been publicly disclosed, and it is anticipated that a limited number of them (12-63 units), stationed in neighboring countries, which conduct joint military exercises with the forces of Singapore. Purchase Leopards may be associated with a successful transaction has already supplies Polish PT-91M for Malaysia (see Malaysia's contract close to finals).


Leopard 2SG of the Singaporean Army (photo : Wiki-Cabal)
Leopards were immediately brought undergone a process of modernization, the model 2SG, based on the German system of IBD. Based on the novel varieties of materials, aluminum, titanium, ceramic inserts and nano-ceramics, has managed to achieve greater puncture resistance while reducing weight. The manufacturer estimates that thanks to their armor is twice as better performance than traditional armored steel.

IBD products are used including in Finnish AMV 8x8 (are also offered for Polish Rosomak), the German Puma IFV, German-Dutch Boxer, French VBCI and some variants of Swedish CV90. Singapore Leopards created a demand for the first set of tanks. IBD has also developed armor for Eurocopter Tiger and Italian Iveco LMV patrol cars.

With regard to the Leopards 2SG (also referred to Leopard Evolution marketing), extra armor is installed at the front of hull and turret and front sides of the hull and turret. The rear of the vehicle is protected by armor rod against cumulative projectiles. The German manufacturer declares that reinforced the bottom of the hull against the effects of mine. The work carried out joint-venture and local IBD ST Kinetics.

IBD and EODC also introduces Evolution Survivability Concept which developed for the Main Battle Tank Leopard 2 A4. It provides a balanced broadband protection against the full spectrum of today's threats in theatre with minimum weight. (photo : IBD)
The first dozen vehicles was demonstrated publicly at the time of last year, November's national holiday in Singapore.

In the near future to Singapore - as the first recipient - should get the active defense systems, ADS, ADS Gesellschaft for production active protection system, owned by Rheinmetall (74%) and IBD (26%). The system has already undergone a series of tests, proving its usefulness to destroy incoming projectiles launchers anti-tank, and even parts of artillery shells. Today begins the mass production and first deliveries are to be implemented this year.

The ADS will be equipped with sets of lighter types of vehicles, including articulated transporters probably Bronco

Minggu, 13 Februari 2011

Kavaleri Akan Memperoleh 178 Tank Baru

Kavaleri akan memperoleh tank baru berupa 65 MBT, 53 Tank Medium dan 60 Panser Kanon, serta retrofitting 65 Tank Ringan AMX-13 (photo : connect in)

Kavaleri Peroleh 178 Unit Kendaraan Tempur

Kaveleri TNI Angkatan Darat (AD) akan mendapatkan tambahan peralatan baru sebanyak 65 unit kendaraan tempur MBT, 53 unit kendaraan tempur Tank Medium dan 60 unit kendaraan tempur Panser Kanon Medium dalam kurun tahun 2011-2014.

Tambahan peralatan baru itu dalam rangka pemenuhan Satuan Kavaleri yang akan dibentuk maupun dalam rangka Rematerialisasi Alat utama Sistem Senjata satuan kavaleri pada satuan yang telah dibentuk serta melaksanakan Program retrofiting 65 unit kendaraan tempur Tank AMX-13.

Hal itu disampaikan Danpusenkav Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigadir Jendral TNI Burhanudin Siagian dalam amanatnya yang dibacakan Waasintel Kasdam I/BB, pada acara syukuran HUT ke 61 Kavaleri tahun 2011 di lapangan apel Makoyon Kav 6/Serbu di Asam Kumbang Medan, Rabu Malam (9/2).

Hadir pada acara tersebut, Danyon Arhanudse 11/BS Letnan Kolonel Arh Sony Hendayana, Danyon Armed 2/105 Letkol Arm Surya Darma Damanik, Danyon Zipur 1/DD letkol Czi Ahmad Rijal Ramdhani SSos SH, Danyonif 100/Raider Letkol Inf Heri Susandi, Dandeninteldam I/BB Letkol Kav Hendi Suhendi SSos, para sesepuh Korps Kavaleri serta serta Ibu-ibu Ketua Persit Batalyon Kavaleri 6/Serbu dan tamu undangan lainnyaDalam amanatnya, Burhanudin Siagian menyampaikan, Pusenkav Kodiklat TNI AD telah melaksanakan Revisi Bujukbin Kavaleri. Semula satuan Kavaleri hanya berwenang melaksanakan pemeliharaan kendaraan tempur pada tingkat 0, sekarang ditingkatkan pada tingkat 2.

“Di samping itu Pusenkav dan jajarannya juga telah melaksanakan beberapa penataan pangkalan, dari uraian tersebut dapat kita tarik benang merah bahwa tantangan tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks, akan dapat dijawab apabila prajurit Kavaleri memiliki jati diri yang tangguh, dan selalu meningkatkan kemampuannya serta memegang teguh nilai-nilai kejujuran dan nilai-nilai kebenaran.”

Sesuai dengan tema HUT Kavaleri ke 61 yakni Dengan semangat Jaya dimasa perang berguna dimasa damai, Korps Kavaleri bertekad meningkatkan profesionalisme prajurit dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.