Tampilkan postingan dengan label Kapal Pendarat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Pendarat. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Angkatan Laut Thailand LPD Diluncurkan

RTN's LPD dengan nomor lambung 791 (semua foto: TAF)

Panglima Angkatan Laut Kerajaan Thailand Laksamana Khamthorn Pumhiran pada 20 Maret 2011 memimpin upacara peluncuran kapal Angkatan Laut LPD's Thailand di galangan kapal Marine ST, Singapura.

Kapal jenis Landing Platform Dock dibangun di ST Marine Singapura dan akan diselesaikan secara keseluruhan pada akhir 2012.

Kapal dengan perpindahan standar 7.600 ton (setara dengan HMTS Chakri Naruebet) memiliki panjang 141 m, dan bisa membawa 151 marinir bersenjata lengkap dan dua helikopter. 

Misi kapal ini adalah untuk melaksanakan operasi amfibi, juga untuk fungsi transportasi dan logistik.

Serah Terima Kapal LPD KRI Banda Aceh-593

 SURABAYA - Menhankam Purnomo Yusgiantoro (tengah) didampingi Menteri BUMN Mustafa Abubakar (kanan) dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri) berada diatas deck KRI Banda Aceh-593 saat serah terima di PT PAL Surabaya, Jatim, Senin (21/3). KRI Banda Aceh merupakan kapal keempat jenis Landing Platform Deck (LPD) yang mempunyai LPD 125 meter dengan daya angkut 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua dihangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank merupakan produksi PT PAL Indonesia untuk memperkuat armada laut TNI AL. FOTO ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/Spt/11

LPD KRI Banda Aceh-593 Akan Segera Diserah Terimakan


KRI Banjarmasin-592, Kapal sekelas dengan KRI Banda Aceh-593

JAKARTA - PT PAL Indonesia Senin (21/3) akan menyerah-terimakan kapal perang TNI AL jenis Landing Platform Dock (LPD) 125 meter. Seperti dikutip dari rilis yang diterima Bisnis, serah terima kapal LPD keempat pesanan Kementerian Pertahanan RI ini akan dijadwalkan diserahkan di dermaga Divisi Rekayasa Umum PAL Indonesia di Surabaya.

Serah terima dilakukan secara berantai dari PT PAL kepada Daewoo International Corporation sebagai main contractor kemudian diserahkan Daewoo kepada Kementerian Pertahanan.

Usai serah terima, kapal bernomor W000240 dengan lambung ganda(double bottom) dilengkapi bow thruster (pemecah gelombang) akan berganti nama menjadi KRI Banda Aceh-593 lengkap dengan komandan baru bagi 125 awak kapal.

Kapal telah menjalani uji coba layer untuk menjajal stabilitas, kecepatan hingga uji fungsi seluruh sistem. Pada uji coba tersebut, kecepatan kapal melampaui target 15 knots.

Kapal LPD ini merupakan kapal kedua dari dua kapal yang dipesan Kementerian Pertahanan berdasarkan alih teknologi Daewoo-Korea kepada PAL Indonesia, dimana kapal pertama (KRI Banjarmasin-592) telah diserahkan tahun lalu.

Total LPD 125 meter yang dipesan Kementerian Pertahanan berjumlah empat kapal, dua dibangun di Daewoo Korea Selatan, 2 sisanya dibangun PAL Indonesia.

Kapal LPD dirancang untuk mampu dipersenjatai oleh meriam 100mm dan dilengkapi ruang Combat Information Center untuk sistem kendali senjata yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pembelaan diri dengan komunikasi kapal ke kapal combatan untuk melindungi pendaratan dan pergelaran pasukan serta kendaraan tempur. Dan juga untuk pengendalian pendaratan helikopter.

Minggu, 20 Maret 2011

KRI Teluk Bayur-502 Akhiri Masa Tugas


KRI Teluk Bayur 502 jenis Landing Ship Tank (photo : TNI AL)

JAKARTA (Pos Kota) – Salah satu unsur kapal perang TNI AL, KRI Teluk Bayur-502 direncanakan akan mengakhiri tugas sebagai Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ditandai dengan upacara penurunan ular-ular perang yang direncanakan Jumat (18/3) pagi besok di dermaga TNI AL Surabaya
Kapal perang produksi Amerika Serikat tahun 1942 tersebut , telah memperkuat TNI AL sejak tanggal 17 Juni 1961. Dan Selama penugasan telah banyak menorehkan catatan sejarah mulai dari penugasan dalam operasi penegakkan kedaulatan RI dan berbagai latihan serta bantuan angkutan untuk pembangunan di daerah seluruh wilayah NKRI.

KRI Teluk Bayur-502 jenis Landhing Ship Tank (LST) , pertama kalinya jabatan Komandan KRI dijabat oleh Mayor laut (P) Handayana Sukendar . Kapal perang ini masuk memperkuat unsur jajaran Komando Lintas laut Militer pada tahun 1975 , dan sehari-hari dibawah pembinaan Satuan Lintas laut Militer (Satlinlamil ) Surabaya.
Kapal-kapal LST yang sudah tua digantikan dengan kapal LPD dan LST 117 meter yang akan diproduksi oleh PT. PAL (photo : Allair-Kaskus Militer)

Kapal perang dengan spesifikasi panjang 99,89 meter dan lebar 15,25 meter saat masih aktif mampu menempuh kecepatan 8 knot memiliki dengan kemampuan angkut 17 tank di dek kapal dan pasukan sampai dengan 800 personel dengan perlengkapan lapangan.


Dalam berbagai penugasan selama ini,KRI Teluk Bayur-502 telah mengemban berbagai penugasan operasi militer perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP) ke berbagai wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penugasan tersebut diantaranya ikut dalam operasi angkutan pergeseran pasukan ke Timor–Timur dan berbagai penugasan operas lainnya ke Wilayah Indonesia.

Selain itu dalam kegiatan pembangunan pernah ditugaskan untuk mengangkut alat-alat berat Departemen Pekerjaan Umum ke beberapa daerah dan mengangkut berbagai kebutuhan pertanian untuk pemukiman transmigrasi serta kegitan bantuan sosial lainnya ke beberapa pulau di Indonesia.

Setelah bertugas hampir mencapai 50 tahun memperkuat jajaran TNI AL, direncanakan pada hari jumat ini dilaksanakan Upacara penurunan Ular-ular perang di dermaga Pangkalan TNI AL di Surabaya.

Upacara penurunan ular-ular perang merupakan simbol kapal perang yang harus berkibar di tiang gafel, sebagai salah satu tanda dari Kapal Perang Republik Indonesia. Selain penurunasn ular-ular perang merupakan suatu peristiwa simbolik yang menandakan berakhirnya perjalanan sejarah pengabdian suatu KRI sebagai unsur kekuatan TNI AL.

Kolinlamil sampai saat ini masih diperkuat beberapa unsur kapal perang sejenis yang mendekati masa pengabdian sampai dengan 50 tahun, diantaranya Teluk Langsa-501, KRI Teluk Kau-504 dan Teluk Tomini-508. Kapal perang tersebut saat ini dalam tahap konservasi, dan tidak dilibatkan dalam kegiatan operasi.

Jumat, 04 Maret 2011

Pangarmatim Ikut Uji Coba Hovercraft Hasil Modifikasi Fasharkan




SURABAYA - Pangarmatim Laksda TNI Bambang Suwarto melakukan uji coba Hovercraft TNI AL milik Koarmatim yang telah selesai di modifikasi di sekitar perairan Koarmatim, Selasa (1/3). Uji coba ini merupakan uji kemampuan kendaraan itu setelah mengalami perbaikan.

Modifikasi dilakukan pada sistim pendorongnya.Dimana sistim pendorong yang semula menggunakan Fix Propeler diubah menjadi Picth Propeler dengan sistim kerja berbeda. Hal ini dikarenakan Fix Propeler memiliki kelemahan saat mesin di start hovercraft langsung berjalan. Sedangkan sistim baru Picth Propeler jika mesin di start Hovercraft masih bisa diam ditempat.

Ada Lima unit Hovercraft yang dimiliki oleh Koarmatim yang diawaki oleh anggota Divisi Pantai yang berada dibawah jajaran Satuan Kapal Amfibi (satfib) Koarmatim. Modifikasi dilaksanakan oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya.